Umar bin Khatap dikenal sebagai sahabat Nabi yang paling keras dan petarung hebat dalam setiap pertempuran membela panji Islam. Beliau termasuk dalam sepuluh orang yang dijamin masuk syurga. Seseorang yang paling keras dalam membela Islam, tidak pernah sebuah kemungkaran pun yang berlalu didepan matanya kecuali dengan tangannya sendiri ia akan menumpasnya. Semasa beliau menjadi khalifah, Islam berhasil menguasai Damaskus, Yarusalem, Persia dan Mesir. Nah, bagaimana sikapnya terhadap istrinya? DIRIWAYATKAN dalam kitab Uqudul Lujjain: Fi Bayani Huquqiz Zawjain karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani. Suatu hari seorang laki-laki hendak mengadukan kelakuan istrinya yang cerewet (pemarah) kepada Khalifah Umar bin Khattab. Ketika sudah sampai di depan rumah Amirul Mu’minin, laki-laki ini hanya menunggu di depan pintu.
Kebetulan, sang tamu mendengar "ada keributan" di dalam rumah. Istri Umar bin Khattab rupanya sedang marah kepada suaminya. Namun, Khalifah Umar terdengar diam saja, tidak menaggapi kemarahan sang istri. Laki-laki itu pun mengurungkan niatnya mengadukan istrinya kepada Umar dan mulai beranjak hendak pulang. ”Jika keadaan Amirul Mu’minin saja seperti ini (istrinya "galak"), bagaimana dengan diriku?” gumamnya dalam hati. Si pria tadi hendak pulang, namun Umar keburu keluar rumah. Umar pun segera memanggilnya, ”Apa keperluanmu?”
”Wahai Amirul Mu’minin," jawab si pria, sebenarnya aku datang untuk mengadukan perilaku istriku dan sikapnya kepadaku, tapi aku mendengar hal yang sama pada istri tuan.”
”Wahai saudaraku," jawab Umar dengan tenang, "aku tetap sabar menghadapi perbuatannya (kemarahan istri), karena itu memang kewajibanku. Istrikulah yang memasak makanan, membuatkan roti, mencucikan pakaian, dan menyusui anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya.”
”Di samping itu,” sambung Umar, ”Hatiku merasa tenang (untuk tidak melakukan perbuatan haram—sebab jasa istriku). Karena itulah aku tetap sabar atas perbuatan istriku.”
”Wahai Amirul Mu’minin, istriku juga demikian,” ujar orang laki-laki itu.
”Oleh karena itu, sabarlah wahai saudaraku. Ini hanya sebentar!”
INGAT, ISTRIMU BUKAN ESCORT,BUKAN CHEF , DAN BUKAN BABYSISTTER . TAPI KARENA CINTANYA DIA MELAKUKAN SEMUA ITU UNTUK MU. SELALULAH BERTERIMAKASIH KEPADANYA WALAU KADANG SIKAPNYA MEMBUATMU TIDAK NYAMAN.
0 comments:
Post a Comment