Wednesday, December 25, 2013

Nasehat hidup

Facebook (FB) saya diproteksi secara pribadi yang hanya sahabat dalam lingkaran saya saja yang bisa berkomunikasi dengan saya via FB dan siapapun tidak akan bisa menemukan nama saya dalam search engine FB. Itu semua karena saya tidak mau FB terpublikasi kecuali kepada orang yang sangat saya kenal atau orang yang terhubung dengan teman yang sangat saya kenal reputasinya. Walaupun begitu saya tidak mau semua orang sebegitu mudahnya nge tag saya melalui Timeline karena lingkaran teman saya terdiri dari berbagai latar belakang dan usia. Saya harus bijak untuk membatasi content yang bisa masuk ke dalam Timeline saya. Karenanya setiap tag harus dapat approval dari saya terlebih dahulu. Ini bertujuan agar motive saya tergabung dalam jaringan sosial FB tetap inline dengan misi saling berbagi informasi untuk kebaikan dan saling mengingatkan untuk kebenaran. Waktu yang saya gunakan untuk FB biasanya setelah sholat subuh atau pada waktu jam istirahat bursa NY atau jam 1 dini hari.  Ditengah kesibukan saya, saya sempatkan untuk meresponse comment dari berbagai pihak melalui mobile phone. Ini  sebagai cara untuk tetap terkoneksi dengan komunitas FB. Singkatnya tidak ada maksud lain bahwa bagi saya FB adalah sarana untuk melaksanakan perintah Nabi “sampaikan walau satu ayat “ dan melaksanakan pesan surat Al Ashr

Tersebutlah ada yang datang melalui chatting board FB. Dia seorang wanita.Seperti biasanya datang untuk sekedar bersapa karena tulisan saya di blog yang link di FB. Dia  bertanya dan saya menjawab sesuai konteknya. Kemudia berlanjut kepada curhat dan saya akan menjadi pendengar yang baik. Saya yakin bahwa bila orang lain bisa curhat karena dia percaya kepada kita dan merasa nyaman untuk saling berbagi rasa. 

Her : Saya sangat sibuk dan selalu sibuk hingga saya lelah dengan semua ini.

Me : Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

Her : Saya mengerti itu. Sudah nasip saya terjebak dengan kesibukan rutinitas. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan berbicara dengan bapak. Tapi entah kenapa saya terdorong untuk berbicara.

Me : Apa pekerjaan kamu?

Her : Saya ibu rumah tangga  dan juga PNS.

Me : Kalau diizinkan mungkin saya bisa memberikan masukan ...

Her: Baiklah, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

Me  : Hidup itu tidaklah  rumit. Yang rumit adalah cara kamu menyikapi hidup.

Her: Saya kawatir akan masa depan saya,masa depan anak anak saya,Apalagi di era sekarang tidak ada yang gratis...

Me : Rasa kawatir adalah sikap yang membuang waktu.Tidak akan merubah apapun. Bahkan bisa membuatmu kehilangan keceriaan karena sibuk melakukan banyak hal untuk terhindar dari yang dikawatirkan.  Rasa kawatir itu adalah permainan iblis untuk membuatmu lupa kepada Tuhan dan lebih percaya kepada dirimu sendiri...

Her : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

Me : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

Her: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

Me  : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.

Her: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

Me  : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang harus melewati waktu dengan rasa sakit akibat penderitaan dan kekecewaan Begitulah cara Tuhan membuat manusia menjadi lebih baik karena waktu.

Her: Maksudnya karena proses waktu, pengalaman pahit karena berbagai sebab adalah bagian dari proses untuk menjadi sempurna ?

Me : Ya. Pengalaman adalah guru terbaik. Guru pengalaman memberikan ujian terlebih dahulu untuk kita paham dan bijak. Guru sekolah memberikan pemahaman terlebih dahulu untuk kita siap diuji. 

Her: Tetapi, mengapa kita  harus melalui semua ujian itu? Mengapa kita tidak dapat hidup bebas dari masalah?

Me : Selagi masalah tidak ada maka potensi seseorang akan terpendam atau tersimpan. Potensi orang akan keluar bila dia punya masalah. Ini sudah standar kehidupan manusia.Orang yang takut dengan masalah adalah orang yang takut berbuat dan dia tidak akan bisa membangkitkan potensi terpendamnya. 

Her : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, saya  tidak tahu kemana harus melangkah...

Me  : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

Her : Kadang-kadang kegagalan  membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

Me : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu. Kompas itu adalah Al Quran dan Hadith.

Her : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

Me  : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu  harus berjalan. Selalu syukuri yang sudah kau peroleh , jangan hitung apa yang tidak kau peroleh. Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah berkeluh kesah dengan keadaan. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan. Besar kecilnya hasil hanyalah Tuhan sebagai penilai.

Her: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

Me : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

Her: Mengapa Tuhan belum menjawab doaku. 

Me : Allah sedang menambah kesabaran pada dirimu  dan Allah cinta kepada orang yg sabar. Karena saat kelak Alllah menjawab doamu dan mengabulkannya, imanmu sudah kuat dan bisa bijak menerima pemberian Allah. Ingat bahwa Allah selalu memilih yang terbaik untuk kita. 

Her : Saya merasa Allah lupakan saya karena doa saya tidak terkabulkan.

Me : Berhentilah menduga duga doa tidak terkabulkan. Mengapa tidak dicoba mulai hari ini  kamu terima saja yang Tuhan telah beri.  Cobalah, kamu akan merasakan bahwa sebetulnya doa kamu sudah lama Allah kabulkan hanya saja kamu tidak pernah berterimakasih kepada Allah namun terus meminta dan meminta sehinga lupa bersyukur...

Her : Terimakasih pak untuk nasehatnya...Semuanya jelas dan mudah dipahami.

Me; Terimakasih kembali.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Nasehat hidup

0 comments:

Post a Comment