Sebagaimana gadis remaja, aku mulai bisa berpikir dewasa tentang apa yang ada disekitarku. Terutama aku mulai bisa membaca peristiwa yang ada disekitarku, terutama dilingkungan terdekatku. Bagiku mama adalah wanita hebat. Dia adalah pahlawanku. Mama adalah idolaku. Bagaimana dengan Papa? Penilaian ku terhadap papa berubah berubah. Beda dengan penilaianku terhadap mama yang tak pernah berubah. Ketika aku masih SD , bagiku papa adalah Pria yang hanya kupanggil papa. Ada atau tidak ada papa, bagiku biasa saja. Maklum karena papa jarang kulihat. Ketika aku bangun, papa sudah pergi kerja dan papa pulang ketika aku sudah pulas tertidur. Kata Mama, papa sayang aku. Papa selalu me nciumku ketika ku tidur. Selalu berlama lama memperhatikanku ketika tidur. Begitulah cara papa melepas kerinduannya terhadapku. Tapi itu kata mama. Penilaianku terhadap papa sampai dengan tamat SLTP tetap tidak berubah.
Namun ketika SMU, aku sudah lebih bisa menilai secara objective tentang papa. Bagiku papa terlalu egois dengan hidupnya. Terlalu percaya bahwa hanya uang yang membuat pria dihormati. Itu sebabnya papa selalu bekerja keras. Keadaan ini selalu ditekankannya kepada kami anak anaknya. Bahwa kami harus belajar keras bila ingin sukses. Harus disiplin. Harus ulet dan pantang menyerah menghadapi segala kesulitan. Bagiku hal itu biasa saja. Karena tanpa papa katakanpun, sikap hidupnya sudah bukti bagi kami untuk menirunya. Dalam berhubungan dengan kami, papa sangat demokratis. Dia tidak akan bicara terlebih dahulu sebelum kami memulai dan selalu siap sebagai pendengar yang baik. Bila berbicara maka wawasan papa sangat luas sekali. Hampir semua hal papa tahu dan bisa memberikan gambaran yang ringkas kepada kita untuk bersikap tanpa terkesan menggurui. Papa , tidak pernah memaksakan kehendaknya. Tidak pernah merendahkan kami bila kami kurang berprestasi. Tidak pernah menampakan wajah kecewa bila kami gagal dalam mata pelajaran. Bagi papa yang penting kami harus mendapatkan hikmah dari setiap persoalan hidup. Berhasil atau gagal tak lain hanyalah permainan hidup dan hakikatnya adalah hikmah dibalik itu. Sabar dan ikhlas.
Ketika kuliah , pandanganku semakin luas. Lingkungan pergaulan semakin beragam. Aku disibukan dengan banyak hal. Anehnya justru kini aku semakin paranoia dengna papa. Terutama ketika beberapa teman kuliahku bercerita tentang papanya yang selingkuh namun terpaksa dibiarkan oleh mamanya demi menjaga keutuhan rumah tangga. Ada juga yang papanya menikah lagi dan bercerai dengan mamanya. Ada juga yang selingkuh dan hanya diketahui oleh anaknya tanpa ada keberanian member tahu kepada mamanya karena kawatir rumah tangga akan hancur. Tapi bagaimanapun bagiku itu semakin memberikan gambaran buruk tentang pria beristri. Aku mulai membaca tentang papa. Mungkinkah papa selingkuh? Aku harus mencari tahu tentang papa. Aku harus periksa HP papa dan mulai melihat file computernya di rumah. Aku harus lihat semua teman teman papa di facebook. Aku harus mendapatkan pengetahuan psikologh tentang ciri ciri pria selingkuh, agar lebih mudah mendeteksi secara dini tanda tangda itu.
Suatu ketika aku memberanikan diri secara diam diam membuka HP papa yang memang selalu digeletakan diatas meja kerjanya. Papa juga tidak pernah gunakan pin terhadap HP nya. Jadi tidak sulit bagiku untuk melihat file inbox nya. Dengan seksama aku baca setiap isi pesan didalam file inbox. Tidak ada yang aneh seperti orang berhubungan dengan pacar. Semua file berhubungan dengan bisnisnya. Lebih banyak menggunakan bahasa inggeris. SMS yang papa kirim sangat singkat dan tegas. Begitupula file computer papa, aku lihat semua. Sama saja. Ini hanya file business. Teman dekat papa di facebook tidak banyak selebihnya adalah orang yang tertarik untuk menjadi lingkaran pertemanan. Papa selalu meng accept bila orang ingin menjadi teman. Postingan di Wall facebook, hanya berisi pesan spiritual dan inspirational saja. Tanda tanda keseharian yang berubah seperti layaknya orang sedang selingkuh, tidak nampak sama sekali. Aku, mama, dan abang masing masing punya kendaraan dirumah dan papa tidak punya kendaraan karena papa tidak bisa setir. Sebagai pengusaha tentu Papa punya pergaulan kalangan atas tapi papa tidak bisa main golf. Papa tidak pernah terpengaruh dengan Lifestyle teman temannya yang pengusaha besar yang umumnya bergaya plamboyan.
Tapi aku harus bertanya langsung dengan papa. Aku yakin papa tidak akan marah. Karena sudah sifat papa yang memag terbuka untuk berbicara apa saja.
“ Apakah papa selingkuh” tanyaku
Papa terdiam sambil menatap kearahku. Dilepasnya kacamatanya dan papa tersenyum. “ Mengapa kamu tanyakan itu?
“ Aku takut papa selingkuh. “
“ Kenapa takut? Apa alasannya ?
“Aku engga mau mama dikecewakan. “
“Kenapa kamu engga mau mama dikecewakan?
“Aku sayang mama, pa. Sayang sekali.
Papa tersenyum dan memelukku. “ Papa juga sayang mama. Alasan kamu dengan alasan papa sama.Sampai hari ini papa tidak selingkuh.”
“ Bagaimana dengan besok besok,” tanyaku.Karena papa bilang "sampai hari ini". Artinya ada kemungkinan besok besok.
“ Nak, mari papa jelaskan sesuatu untuk kamu pahami dan bersikap. Ini penting untuk bekal kamu kelak bila berumah tangga. Ketahuilah bahwa rumah tangga itu adalah satu satunya lembaga didunia ini yang dirahmati Allah. Mengapa ? karena orang menikah dasarnya adalah keimanan kepada Allah dan Rasul. Tidak ada sedikitpun keraguan bagi kedua orang tua wanita untuk menyerahkan anak gadis buah hatinya, yang dibesarkan dengan penuh pengorbanan dan akhirnya harus dibawa pergi oleh pria asing. Tidak ada. Bagi suami , istri adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkannya dihadapan Allah. Karenanya suami tidak bisa didikte oleh istri kecuali oleh Allah. Jadi bila inginkan suami tetap dalam lingkungan menjaga amanah dari Allah, yang tidak mengumbar nafsu rendahnya maka istri harus dekat kepada Allah. Minta kepada Allah agar suami setia dengan janjinya Minta kepada Allah agar suami selamat dalam pergaulannya. Minta kepada Allah agar suami menjadi tempat sebaik baiknya sandaran dan penghulu, pria soleh. Hanya Allah yang bisa mengendalikan suami, bukan istri.”
“Aku paham itu, pa, Tapi papa belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana dengan besok besok?
“ Dari awal papa menikah dengan mama, papa tidak pernah berjanji pasti. Papa hanya minta kepada mama agar doakan papa untuk menjadi suami yang amanah, setia. Itu aja. Dan mama mentaati itu. Bukan hanya sholat wajib, sholat sunat sudah menjadi wajib bagi mama. Sholat tahajud, dhuha sudah menjadi kebiasaan yang tak pernah lekang selama usia pernikahan kami. Artinya mama selalu minta kepada Allah agar manusia tempat sandarannya sebagai imam dijaga hatinya oleh Allah untuk tetap setia dan istiqamah dengan cintanya kepada keluarga. “
Barulah kini kusadari sepenuhnya. Bahwa keutuhan rumah tangga berhubungan dengan jembatan hati antara suami dan istri. Jembatan itu adalah keimanan kepada Allah. Bila iman baik maka akhlak akan baik, rumah tangga akan selamat. Benarlah, satu lagi aku mendapatkan pelajaran berharga dari papa, bahwa menikahlah atas dasar keimanan dan niat untuk beribadah kepada Allah. Mintalah kepada Allah agar hati suami tetap dalam tuntunan Allah. Istri berhak meminta kepada Allah karena suami sebagai iman adalah manusia yang Allah tetapkan menjadi jodohnya. Ya, wanita sholeha hanya akan mendapatkan pria sholeh juga.

0 comments:
Post a Comment