Saturday, December 22, 2012

Beristirahatlah gadis kecilku


Kisah ini berasal dari China. Berawal pada 30 November 1996, seorang pria lajang menemukan anak bayi tergeletak begitu saja diatas hamparan rumput.  Bayi itu nampak kedinginan. Pada dada bayi terdapat kertas bertulisan 20 november jam 12. Pria itu dalam beberapa saat bingung. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk bayi yang ditemukannya itu. Dia belum punya istri. Penghidupannyapun tidak begitu baik untuk bisa menanggung satu orang anak. Namun suara hatinya menguatkannya untuk menyelamatkan bayi itu dan merawatnya” Nak, ini sudah takdir kita dipertemukan. Aku berjanji ,selagi aku makan maka kamu juga harus makan” Bayi itu akhirnya dibawanya kerumah dan diberi nama YU YUAN . Bertahun tahun pria lajang itu merawat Yu Yuan. DIa tak mampu membeli susu formula namun dia tidak kehilangan akal untuk memberi makan kepada bayinya. Air tajin nasi digunakan sebagai menu utama bayinya. Akibatnya memang pertumbuhan YU Yuan tidak sebaik bayi lainnya. Yu Yuan acap sakit sakitan. Namun pria lajang itu selalu sabar merawat bayinya. Berjalannya waktu, YU Yuan  tumbuh menjadi anak kecil yang cantik dan lincah.

Walau hidup dalam kemiskinan namun pria lajang itu tidak pernah merasa berat bila harus menanggung YU Yuan. Bahkan dia merasa mendapatkan satu berkah kebahagiaan dengan kehadiran YU Yuan dirumahnya. Betapa tidak? YU YUan tumbuh menjadi anak gadis yang cantik. Sikap dan laku Yuan sangat santun kepadanya. Selalu patuh kepadanya. YU YUan juga selalu manja kepadanya dan membuat dia bangga karena Yu Yan dikenal sebagai anak yang cerdas. Semua tetangga dan teman sekolahnya menyukainya. Dari usia lima tahun , YU Yuan sebisanya membantunya bekerja di rumah. Dihadapan putrinya, dia adalah hero. Dan baginya , putrinya adalah cahaya hatinya untuk terus tersenyum melewati hidup yang tidak ramah ini.

Namun suatu hari Mei 2005 YU Yuan mengalami mimisan. Darah mengalir dari hidung tanpa bisa dihentikan. Bersegera dia membawa putrinya ke klinik terdekat. Namun dokter tidak bisa menghentikan pendarahan. Dia disarankan untuk membawa YU Yuan kerumah sakit di kota. Tanpa berpikir panjang, diapun datang Kerumah Sakit. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Dia panic  melihat keadaan YU Yuan yang semakin lemah. Dia mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan itu bersegera membawa Yu Yuan untuk diperiksa.  Hasil test menunjukan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal berkisar  2 juta yuan.  Pria itu  mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang dan tidak tahu bagaimana mendapatkan uang sebanyak itu. Dipikirannya hanya satu bahwa dia ingin anaknya sehat dan pulang kerumah. Satu satunya yang dia punya untuk mendapatkan uang adalah rumahnya. Maka diapun berniat menjual rumahnya walau rumah itu tidak tergolong baik bahkan terkesan rumah gubuk. Dia tidak tahun apakah hasil penjualan rumah itu akan cukup membayar biaya berobat YU Yuan. Namun menjual rumah tidaklah mudah. Untuk sementara dia mendatang sanak family dan sahabat untuk memberinya pinjaman. Namun uang yang terkumpul sangat sedikit.  

Di perhatikannya wajah Yu Yuan yang tergeletak lemah di tempat tidur. Namun masih Nampak senyum tipis diwajah YU Yuan.

“ Papa…” suara YU Yuan terdengar lemah.  “ Papa jangan kawatirkan Yu Yuan, ya.  YU Yuan akan baik baik saja. Setiap hari Yu Yuan hanya ingin membuat papa tersenyum bahagia. Itu sebabnya YU Yuan belajar dengan giat disekolah karena YU Yuan ingin papa bahagia melihat Yu Yuan pintar. Yu Yuan ingin selalu membantu papa karena Yu Yuan sayang papa. Yuan , tahu, Yuan dipungut dari jalanan oleh Papa. Yuan tidak tahu siapa mama Yu Yuan namun kehadiran Papa yang mencintai Yu Yuan dan melindungi Yuan membuat Yu Yuan merasa sangat beruntung  didunia ini. “ Dia tidak bisa menahan tangis ketika YU Yuan ditengah sakitnya masih berusaha untuk membuat dia tersenyum dan yakin bahwa Yu Yuan akan selalu baik baik saja.

Hari berlalu terasa lambat. Pria itu masih terus berusaha mendapatkan uang untuk mengobati putrinya. Sementara keadaan putrinya Yu Yuan semakin lemah. Sekujur tubuhnya telah dipenuhi bintik bintik merah.  YU Yuan memegang tangannya dan berkata “ Papa jangan sedih…ya “ Dia hanya bisa memeluk erat anaknya tanpa bisa berkata apapun. Terasa dia gagal melindungi putrinya. Gagal menjadi seorang papa.
“ Papa, YU Yuan ingin mati”.

Dia terkejut dan terasa seperti petir datang menyambar tubuhnya ketika putrinya berkata dengan suara tenang tanpa beban apapun.

“Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati” katanya dengan menggeleng gelengkan kepala dengan keras. “ Kamu tidak harus mati.  Biar papa yang mati. Kamu terlalu muda untuk mati..”

“ YU Yuan hanyalah anak yang dipungut  di jalanan. Semua orang berkata nyawaku  tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah YU Yuan  keluar dari rumah sakit ini., ya papa ”

‘ Mengapa YU Yuan berkata seperti itu? Yuan adalah anak papa. Jangan dengarkan kata kata orang , ya.. Kita akan selalu bersama sama”

‘ Ya Yuan ingin keluar dari rumah sakit ini, papa. Bawa YU Yuan pulang kerumah..” Dia menangis karena betapa halusnya perasaan Yu YUan akan dirinya. Betapa Yuan tahu bahwa dia tidak punya cukup uang untuk terus membayar rumah sakit. Betapa tak ada lagi yang tersisa untuk dijual kecuali rumah yang tak kunjung laku terjual. Yu Yuan tetap memaksa untuk pulang dan meyakinkan dirinya bahwa dia akan baik baik saja. Karena  keadaan  Yu Yuan juga agak membaik dibandingkan ketika awal masuk rumah sakit, maka dia memutuskan untuk membawa Yu Yuan pulang. Dokter tetap menyarankan agar pengobatan YU Yuan dituntaskan karena setiap waktu akan berakibat fatal bagi Yu Yuan. Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakilnya  yang buta huruf untuk menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan.  Dokter mengizinkan YU Yuan pulang. Yuan digendongnya dengan penuh kasih.  

Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepadanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepadanya: “Setelah Yu Yuan tidak ada, kalau papa merindukanku , papa bisa lihat photo itu” Dia terharu dengan permitaan folos dari anaknya. Karena itulah dia menyuruh adik perempuannya untuk  pergi ke kota bersama Yu Yuan dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya, satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga pergi kesebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Seusai berphoto mereka bertiga saling berpelukan untuk saling menguatkan.

Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin. Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.  Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan  USD 560.000. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Dokter yang menangani YU Yuan, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung. Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”, Di peluknya YU Yuan. “ Ya , mama ada disampingmu terus..”

Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.  Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun enunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.  Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada  Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan “selamat tinggal tante Fu Yuan.”

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,……. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar.

“Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan sampaikan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”. Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. Dihadapannya bukanlah gadis kecil tapi malaikat kecil yang khusus datang kedunia memberikan contoh tentang kesabaran menerima dan keikhlasan memberi.

Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain. Dikecamatan She Chuan, air mata jatuh dari banyak orang untuk Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada yang berkata  “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………”

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka semua para orang tua yang ingin menjadi papa dan mama untuk  Yu Yuan.  Kemulian hati YU Yuan yang melepaskan hasrat untuk terus bertahan hidup demi membantu orang lain yang lebih membutuhkan pertolongan, telah menebarkan cahaya cinta dan kasih sayang diseluruh dunia.  Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. “Beristirahatlah gadis kecilku” Kata Papanya, pria lajang yang miskin namun kaya hatinya untuk mencintai anak manusia yang terabaikan “ nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.”

***

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana USD 540.000 tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil itu  semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan, kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Beristirahatlah gadis kecilku

0 comments:

Post a Comment