Friday, August 3, 2012

Yang utama...


Membicarakan cinta adalah sesuatu yang tabu bagi banyak orang. Ketika disebut kata " cinta" , mereka terperanjat dan heran. Seolah olah cinta adalah sejenis senda gurau dan hal yang membinasakan, bukan bagian dari realitas kehidupan manusia. Atau hakikat dari kehidupan itu sendiri. Kita bisa menyaksikan banyak orang menafikan hal ini karena tidak sadar atau karena mereka tidak tahu. Bahkan kadang mereka berargumen bahwa cinta itu tidak manusiawi, bukann lagi kebutuhan dasar manusia yang harus di expresikan sesuai dengan tuntutan. Sejatinya air kehidupan tidak menetes diatas dedaunan kecuali dengan cinta, kemudian dencan cinta pula ia mengalir kedahan dan ranting serta batang. Untuk kehidupan...

Lyly , datang sore ini ke Apartement. Wajahnya keruh. Dia malas bicara banyak. Tak seperti biasanya. Aku membiarkan dia diam namun tetap memperhatikannya. Aku menanti dia bicara. Dia berdiri dari sofa dan melangkah kearah Kitchen Set. Mengambil minum di Kulkas. Satu botol gelas mineral diteguk. Sedikit saja. Dia menatap kosong kearah jendela. Aku masih memperhatikannya sambil nampak sibuk dengan computerku.

“ Dia sudah pergi “

“ Ya aku tahu. Kemarin kan”

“ Ya. But why “ wajahnya nampak menyimpan seribu tanya.

Aku hanya diam. Namum sebisaku membuat dia nyaman. Bahwa aku peduli. Karena itulah dia datang kepadaku.

“ Kamu tahu? Dia mulai bicara. “ Aku tidak bisa melupakannya. Dia terlalu berharga untuk dilupakan begitu saja. Dia gagah, kaya dan cerdas. Dia adalah segala galanya untuk dambaan bagi setiap wanita. Aku beruntung mendapatkannya. Tapi kini dengan begitu mudahnya dia pergi dariku. “

Dia mendekat kepadaku. “ Kapan kamu pulang ke Jakarta? Tanyanya

“ Besok. “

“ Ya, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan setelah ini. Mungkin aku harus melanjutkan hidupku tanpa dia. Mampukah aku…”

“ Kamu pasti mampu. Pasti. Kamu terlalu kuat. Aku tahu itu."

Dia tersenyum pahit. Dia menyenderkan tubuhnya  kesofa. Dia murung. Dia adalah sahabatku yang berkarir sebagai analis di perusahaan investasi. Sebetulnya tak terhitung kali aku mengingatkan kepada dia bahwa hubungannya dengan pria kekasihnya tak lebih hubungan kapitalis. Tapi berkali kali pula dia punya alasan logis bahwa cinta akan bisa bertahan bila ada harta. Karena dalam kehidupan modern sekarang ini tidak ada yang gratis. Rasanya tidak salah bila setiap wanita mengingingkan suami yang mapan dari segi materi. Apakah itu berlebihan?  

“ Aku ada cerita yang mungkin cukup menarik. Apakah kamu bersedia mendengarnya.” Kataku  untuk sekedar melepas kemurungannya. Dia tersenyum.

“ Ceritalah” katanya

“ Pada suatu hari ada seorang istri ditinggal pergi oleh suaminya untuk urusan business. Suaminya minta agar istrinya jangan menerima tamu selagi dia tidak dirumah. Istrinya berjanji akan patuh. Benarlah, Sehari setelah suaminya pergi, dia kedatangan tamu. Tiga orang pria tua. Ketiga pria itu nampak lelah dalam perjalanan. Mereka ingin mampir dirumah wanita itu untuk istirahat atau minum melepas dahaga. Tapi wanita itu ingat akan pesan suaminya.  Dia menolak. Para pria itu memaklumi. “

Dia nampak memperhatikan ceritaku.

“ Setelah suaminya datang kerumah. Ketiga pria itu datang lagi bertamu. Wanita itu minta agar mereka menanti diluar rumah sampai dia mendapatkan izin dari suaminya. Didepan pintu rumah, suaminya bertanya nama ketiga pria itu. Ketiga pria itu menyebut dirinya masing masing. Yang pertama bernama Harta. Kedua , bernama Sukses. Ketiga bernama Cinta. Setelah memperhatikan wajah  ketiga pria itu yang nampak bercahaya, suaminya mengizinkan agar mereka semua bisa masuk kedalam rumah. Tapi salah satu mereka berkata bahwa mereka tidak bisa masuk bersama sama. “

“ Mengapa mereka tidak bisa masuk bersama sama ? tanya nya. Nampak dia benar benar memperhatikan cerita ini.

“ Ya karena begitulah kehendak mereka. Suami dan istri berunding untuk memastikan siapa yang harus masuk lebih dulu.  Suami inginkan harta masuk lebih dulu. Karena suaminya percaya bahwa dengan harta semua bisa didapat. Tapi akan lebih mudah melipat gandakan harta bila ada sukses. Suaminya  berubah pikiran. Dia inginkan Sukses masuk dulu kedalam rumah. Tapi istrinya menolak. Istrinya inginkan cinta masuk lebih dulu kedalam rumah. Cinta lebih penting. Karena dia merasa bahagia hidup bersama suaminya karena ada cinta. Ya cinta , silahkan masuk lebih dulu. Demikian suaminya mengalah akan kehendak istrinya. “

Dia tersenyum mendengar ceritaku…” Lanjutkan”

“ Namun ketika Cinta dipersilahkan masuk, Harta dan kesuksesan juga ikut masuk. “

Dia nampak bingung. “ Bukankah tadi mereka sudah mengatakan bahwa mereka hanya bisa masuk satu persatu. Tapi mengapa kini bertiga harus masuk  bersama sama. “ tanyanya.

“ Ya.  Salah satu mereka berkata, jika kalian memanggil selain cinta maka harta dan sukses akan masuk sendiri sendiri. Tapi bila kalian  mengharapkan Cinta masuk lebih dulu maka harta dan kesuksesan akan ikut bersama sama. Karena cintalah yang menciptakan harta dan kesuksesan. Kemanapun cinta pergi, harta dan kesuksesan selalu menyertai. Harta dan kesuksesan tak ada arti tanpa cinta. Berkat cintalah perbedaan sikap karena harta dapat diredam., Karena cintalah kesuksesan menjadi bermakna. Karena cintalah semua yang datang terangkai begitu indahnya hingga kita tak pernah berhenti mensyukuri kehidupan ini. “

Dia nampak termenung.

“ Katakan dengan singkat, apa makna cinta sesungguhnya ? Tanyanya.

“ Cinta adalah cinta. Bukan soal memberi atau menerima tapi keikhlasan untuk melewati hidup dengan apa adanya. Karena cinta,  hal  yang sempit menjadi lapang, yang sulit menjadi mudah, yang gelap menjadi terang , yang keras menjadi lembut, yang pahit menjadi manis, yang keruh menjadi bening dan lebih daripada itu  cinta membuat segala hal menjadi bermakna dan tak membosankan. CInta adalah roh kehidupan. 
" Roh kehidupan? apa maksudnya ? 
"Orang yang mencintai bisa merasakan kekuatan yang ada dalam dirinya, sehingga munculah aktifitas aktifitas produktif. Dengan sansasi cintanya, dia meruntuhkan tembok kedengkian dan kebencian. Jiwanya tidak tenang bila cintanya belum bergerak. Dia ingin menciptakan muzizat, ingin menaklukan gunung gunung yang menjulang, terobsesi menjadi bagian untuk mendamaikan , hendak menjadi pujangga yang syair syairnya selalu dinanti menjadi buku yang didalamnya terangkum bait bait indah yang lebi tajam dan kokoh maknanya dibanding benteng yang dibangun seorang raja, ingin menjadi bangunan yang kuat terkuat, dan terlama sepanjang masa, bahkan ketika semua bangunan yang ada telah roboh, dia tetap tegar berdiri. Jadi bila kamu tidak bisa mencintai dengan tulus karena kamu tidak tahu makna cinta sesungguhnya, maka hidupmu akan diliputi kelemahan, keresahan dan penderitaan. Belajarlah untuk cinta dan kasih sayang dengan ketulusan dari hati mu terdalam..."

Akhirnya dia berdiri dari sofa dan melangkah kearah jendela. Pandangannya diarahkan kedepan pada suasana senja di harbor Hong Kong , seakan dia berdialogh dengan senja itu. Aku membiarkan dirinya bersediam. Aku hanya berharap dia mengerti dan paham apa yang kumaksud. Dia terlalu cerdas untuk hanya sekedar memahami kegagalan cintanya. Seketika dia berbalik kearahku dengan senyum. " Magic Word...! Dari cerita kamu aku sadar bahwa bila harta lebih diutamakan maka cinta tidak akan menyertai. Maka ketulusan tak akan  pernah ada. Karena setiap sikap dan keputusan cinta tergantung apa kata harta. Dan harta hanya berteman dengan kesuksesan , untuk mengendalikan siapa saja yang bisa dibeli dengan uang. Terimakasih sudah mengingatkan ku dengan cerita bijak ini. “

Ketika hendak keluar dari ruang apartement dia berkata sambil tersenyum “ KIni aku sadar bahwa dia seharusnya pergi karena sedari awal aku mengutamakan pria berharta masuk kedalam ruang hatiku. Itulah sebabnya dia bisa pergi semudah dia mendekat. KIni aku inginkan cinta datang lebih dulu kedalam ruang hatiku agar harta dan kesuksesan menjadi bagian dari itu.”

Aku hanya tersenyum. Dia tak lagi murung untuk menerima kenyataan dengan bijak dan belajar dari itu..

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Yang utama...

0 comments:

Post a Comment