Saturday, February 18, 2012

Ayah yang baik..

Hujan deras mengguyur kota , bagaikan ditumpahkan dari langit. Jalanan sebagaimana biasanya tentu juga macet , apalagi diwaktu hujan. Dengan menyetir sendiri kendaraan ditengah hujan deras dan macet , Sundoro sedikit kesal karena Gimin , supirnya tidak masuk hari ini. Mungkin karena hujan atau apalah. Lambat namun pasti jalanan mulai tergenang. Dari kejauhan nampak mobil sudah tidak ada lagi yang bergerak. Ini macet total. Dalam kebingungan itulah , sundoro baru menyadari bawa jalanan tergenang air cukup tinggi. Tak berapa lama , akhirnya mesin mobilnya mati dengan sendirinya. Diliriknya dari jendela mobil , ternyata air sudah melewati kenalpotnya. Dia terhenyak terkurung ditengah hujan deras dan kendaraan yang mati mogok.
Dari kejauhan nampak anak muda datang menghampirinya. ” Pak ..” teriak anak muda itu sambil menggedor pintunya. Sundoro agak takut karena pria itu berpakaian lusuh dan basah. Tidak ada nampak orang baik baik. Namun dengan senyum mengambang diwajah pria itu, membuat Sundora berkeyakinan bahwa pria ini orang baik baik. ” Ya, Ada apa ? Sundoro membuka jendela mobilnya ”
” Bapak harus segera keluar dari mobil. Sebentar lagi air akan terus naik. atau mobil ini saya bantu dorong” Pria itu menatap keseliling pinggiran jalan ” Kita kesana pak. Itu ada rumah besar yang agak tinggi dari jalan. Saya akan minta izin kepada satpamnya agar bapak dapat parkir disana ” kata pria itu lagi sambil berlari kearah rumah besar itu. Tak berapa lama pria itu datang lagi kepada Sundoro dengan tersenyum ” Dia mengizinkan , Pak. ” kata pria itu , Tanpa komando, dia mendorong mobil sundoro dengan sekuat tenaga. Sundoro masih didalam mobil sambil memperhatikan dari kaca spion perjuangan pria itu mendorong mobil ditengah hujan deras. Lambat mobil itu bergerak namun pasti kearah rumah besar dipinggir jalan. Kemudian pria itu bersama satpam membantu mendorong mobil ketempat parkiran rumah yang agak tinggi dari jalan. Akhinrya mobil itu selamat pada tempat yang aman. Sundoro keluar dari Mobil dan menghampiri peria itu sambil mengeluarkan dompet ” Berapa saya harus bayar untuk bantuan anda ” tanya sundoro.
" Maaf pak, Saya hanya membantu bapak. Karena melihat bapak didalam mobil , saya ingat almarhum Ayah saya. ” jawab pemuda itu.
" Baiklah, Nak. Terimalah uang ini sebagai ungkapan terimakasih dari ayah kepada anaknya ” jawab Sundoro.
” Tidak ada imbalan yang lebih patut dari ayah kepada anak kecuali terimakasih tulus. Itu lebih dari cukup untuk saya. Karena seorang ayah tidak pernah lelah berkorban untuk anaknya dan menanamkan cinta untuk itu... ”
” Oh , tentu ayah kamu orang tua yang beruntung karena mendapatkan anak sebaik kamu ” Sundoro agak terharu sambil menepuk pundak anak muda itu.
” Oh ya , siapa nama kamu, nak ?

" Toni, pak  ” 
" sekali lagi, terimakasih nak Toni. ” 
Anak muda itu membalasnya dengan tersenyum tanpa bersedia menerima sesenpun uang dan kemudian belalu dari hadapan Sundoro. < Dua hari kemudian, Sundoro bersama istrinya sudah berada di Airport untuk berangkat keluar negeri, mengunjungi putri bungsu yang akan melahirkan cucunya. Sebelum berangkat Sundoro pergi ke Toilet ,didepan pintu nampak seorang wanita muda , petugas toilet yang sedang hamil. 
" Sudah usia berapa kandungan kamu , nak " 
 "Enam bulan , Pak ” jawab wanita muda itu sambil tersenyum. 
Sundoro menatap dengan seksama kearah wanita itu. Dia terbayang putri bungsunya yang sedang hamil namun dalam perlindungan penuh diapartement mewah. Sementara wanita muda ini masih harus berjuang berpeluh ditempat kerjanya. Juga terbayang anak muda yang dua hari lalu menolongnya.. Teringat kata kata anak muda itu ” Seorang ayah tidak pernah lelah berkorban untuk anaknya dan menanamkan cinta untuk itu...” 
Sundoro berlalu dari hadapan wanita itu dan masuk kedalam Toilet sambil mengeluarkan 10 lembar pecahan 100 dollar dan dimasukannya kedalam amplop. Ketika keluar dari pintu toilet, Sundoro menyerahkan amplop itu kepada wanita muda itu sambil tersenyum ” terimalah...” wanitai muda itu menerimanya dalam kebingungan. Namun sundoro sudah berlalu cepat dari hadapan wanita muda itu. 
***
Disudut kota , diperkampungan kumuh. Satu Keluarga dari pasangan muda sedang menuju perbaringan setelah lelah bekerja seharian. Disebelah wanita muda itu , terbaring pria muda yang sedang terlelap tidur. Wanita itu kembali membuka amplop yang tadi dterimanya dari orang tua yang ditemuinya di toilet kebarangkatan pesawat. Didalam amplop itu ada tulisan ” Saya yakin , bayi dalam kandungan kamu ini sangat dinantikan oleh seorang ayah yang baik dan juga oleh seoran kakek yang baik..” Wanita muda itu menghela nafas panjang dan tersenyum.
” alhamduillah ya, allah, Engkau mendengar doaku siang dan malam. Aku bersyukur dengan semua yang kuterima, apalagi engkau kirim seorang pria yang soleh sebagai suamiku dan juga kelak akan menjadi ayah yang baik...”
 " Terimakasih , Mas Toni, sudah bersedia menjadi suamiku.” Dikecupnya kening Toni yang sedang pulas. Kini wanita itu tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya untuk melahirkan karena uang dari pemberian orang tua itu , lebih dari cukup untuk menjemput kedatangan bayinya kedalam kehidupan mereka berdua. Maha suci Allah.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ayah yang baik..

0 comments:

Post a Comment